Header Ads

Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS >>


Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin. Namun demikian, kenaikan emas dibatasi oleh menguatnya dolar AS dan imbal hasil obligasi yang meningkat saat investor fokus pada data inflasi yang akan dirilis pekan ini. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik USD1,4 atau 0,08% menjadi USD1.798,80 per ounce. Emas berjangka masih berada di bawah level USD1.800 dolar AS setelah pekan lalu mencatat penurunan mingguan sekitar 1,7% atau terbesar sejak pekan yang berakhir 26 November.

"Kami mendapat inflasi yang menguntungkan emas, tetapi imbal hasil mendorong harga lebih rendah yang mengarah ke tarik ulur antara dua faktor ini," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari Antara, Selasa (11/1/2022). Para analis berpendapat bahwa pasar emas terlihat memiliki resistensi teknis dan fundamental pada USD1.800 untuk memulai minggu perdagangan baru.

"Sentimen pada emas adalah beli dan tahan, dengan harga menetap di kisaran sekitar USD1.800 dolar AS," ujar Haberkorn. Investor sekarang menunggu data inflasi yang akan dirilis pada Rabu (12/1/2022). Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS diperkirakan telah meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade di 5,4% pada Desember atau menguat dari 4,9% pada bulan sebelumnya.

No comments

Powered by Blogger.