SeputarTradingForex.com - Edukasi Bisnis Investasi Online Trading Forex Terpercaya: Analisa Fundamental EUR/USD 25 s/d 29 Mei >>

Analisa Fundamental EUR/USD 25 s/d 29 Mei >>

Mei 26, 2015

Volatilitas antara USD dengan major currencies rival-rivalnya sangat terasa pekan lalu, diawali dengan drama Yunani yang kembali terancam default, lalu disusul komentar pejabat senior ECB yang dovish, kemudian dilanjutkan dengan rilis data inflasi AS yang relatif positif (Core CPI melebihi ekspektasi, CPI sesuai ekspektasi) dan komentar Janet Yellen yang tetap optimis terhadap kekuatan pemulihan ekonomi AS sehingga kenaikan suku bunga tetap akan dilakukan tahun ini.
Meskipun statement FOMC cenderung dovish pekan lalu ditambah data PMI manufaktur yang mengecewakan memang sempat menambah keprihatinan investor terhadap prospek kekuatan pemulihan ekonomi, namun hal itu terobati setelah rilis data Inflasi AS dan statement Yellen mampu menguntungkan USD dengan mengurangi ketidakpastian akibat serangkaian rilis data AS yang mengecewakan dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menumbuhkan kembali ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga paling lambat bulan September tahun ini, atau paling cepat pada pertemuan FOMC berikutnya di bulan Juni.

Pekan depan, Preliminary GDP q/q (Jumat 29 Mei pukul 19:30 WIB) akan menjadi fokus market dimana konsensus atau ekspektasi market adalah lebih rendah ketimbang data periode sebelumnya yang mencatatkan angka 0.2%. Data-data lainnya yang akan dirilis pekan depan adalah sebagai berikut: Core Durable Goods Orders m/m, CB Consumer Confidence, New Home Sales, Unemployment Claims, Chicago PMI dan Revised UoM Consumer Sentiment.

Euro
Mata uang tunggal kawasan Uni Eropa ini tertekan sejak Senin pekan lalu setelah bocornya memo IMF yang meragukan kemampuan Yunani membayar cicilan hutang yang akan jatuh tempo berikutnya. Tekanan lainnya datang dari komentar dovish seorang pejabat senior ECB, Benoit Coeure, tentang kemungkinan suku bunga deposito yang lebih negatif dan akselerasi percepatan QE ECB sebelum musim panas berakhir untuk menjamin likuiditas pasar Eropa dalam satu hingga dua bulan ke depan. Selain itu, rilis beberapa data dari zona Euro pekan lalu memang tidak menggembirakan.

Indikator inflasi kawasan Euro (CPI dan Core CPI) masih menunjukkan stagnasi. Data PMI di sektor jasa juga mengecewakan walaupun di sektor manufaktur mulai menunjukkan ekspansi. Data dari Jerman juga tak dapat mendongkrak permintaan terhadap Euro, karena PMI di sektor manufaktur dan jasa menunjukkan indeks angka di bawah ekspektasi.
Tidak banyak data penting dari kawasan ini pada pekan berikutnya (25-26 Mei), namun rilis beberapa data berikut ini layak untuk dicermati, antara lain GfK German Consumer Climate, German Retail Sales m/m, M3 Money Supply y/y dan Private Loans y/y.


Informasi Lainnya

0 komentar

NEWSLETTER SeputarTradingForex

Dapatkan Update Informasi Terbaru Langsung ke Email Anda Sekarang.