SeputarTradingForex.com - Edukasi Bisnis Investasi Online Trading Forex Terpercaya: Akibat Euro Anjlok, Pemerintah Yunani Pesimis gagal lunasi Utang >>

Akibat Euro Anjlok, Pemerintah Yunani Pesimis gagal lunasi Utang >>

Mei 25, 2015

Euro melemah terhadap mata uang-mata uang mayor pada Senin (25/05) sore ini akibat pernyataan Yunani kepada para kreditornya, bahwa mereka (Yunani) harus mengurangi permintaan dana bailout yang diperuntukkan bagi negara-negara Mediterania.
Akan tetapi, Yunani tetap tidak akan mampu mendapatkan dana sebesar 1.6 miliar Euro tepat waktu sesuai target IMF bulan depan, demikian salah seorang Menteri negara tersebut membuat pengakuan. Mata uang 17 negara anjlok ke level terendah terhadap Poundsterling dalam waktu dua setengah tahun. Menteri Dalam Negeri Yunani, Nikos Voutsis, yang tidak memiliki kuasa untuk mengambil keputusan ekonomi tersebut minggu kemarin mengatakan hal tersebut tanpa sumber yang jelas, demikian dikutip oleh Bloomberg.

Pernyataan sebaliknya justru diutarakan oleh Menkeu Yunani, Yanis Varoufakis, yang menyebutkan bahwa Yunani telah berjuang keras untuk mencapai kesepakatan dengan para kreditor, dan saat ini sudah mendapatkan respon yang cukup baik dari institusi-institusi internasional. Yunani harus menyelesaikan utangnya dengan IMF dan Uni Eropa untuk mendapatkan bailout.

Euro anjlok sebanyak 0.4 persen ke posisi 1.0967 di awal sesi Eropa sore ini setelah mengalami penurunan juga sebanyak 0.9 persen pada tanggal 22 Mei kemararin. EUR/GBP jatuh 0.4 persen ke posisi 0.7082 dan menyentuh 0.7073, terendah sejak tanggal 12 Maret. Sedangkan EUR/JPY juga mengendur 0.3 persen ke posisi 133.40. 


Dolar Menguat

Dolar, sebagai rival Euro, pun kian menguat pada hari Senin ini setelah pernyataan dari Janet Yellen pada Jumat pekan lalu. Ketua The Fed tersebut menyampaikan bahwa permulaan normalisasi kebijakan dan kenaikan suku bunga akan disesuaikan dalam suatu waktu di tahun ini. Namun, orang nomor satu di Bank Sentral AS itu pun memperingatkan bahwa pihaknya masih harus melihat perkembangan dalam pasar tenaga kerja dan konsistensi inflasi di level 2.0 persen sebelum benar-benar menaikkan tingkat suku bunga acuan.
Sumber: Seputar Forex

Informasi Lainnya

0 komentar

NEWSLETTER SeputarTradingForex

Dapatkan Update Informasi Terbaru Langsung ke Email Anda Sekarang.