SeputarTradingForex.com - Edukasi Bisnis Investasi Online Trading Forex Terpercaya: Mengapa Trader Kebanyakan Loss? >>

Mengapa Trader Kebanyakan Loss? >>

Februari 25, 2015

Berdasarkan pemantauan selama beberapa tahun, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar trader kehilangan modal saat trading Forex karena loss. Dalam benak kita pasti segera muncul pertanyaan: apakah market Forex begitu misterius, sehingga orang-orang yang trade kebanyakan mengalami kerugian? 


Melalui artikel ini kita akan menelusuri fakta tersebut untuk mencari solusi agar terhindar dari kerugian di masa akan datang.
Dari permasalahan di atas, faktor psikologis pada diri trader dan faktor emosi yang mempengaruhi mereka ketika trade mata uang merupakan pemicu terjadi loss. Namun ada kabar gembira bahwa emosi dan psikologis trader yang dapat mengganggu saat transaksi dapat diatasi menggunakan manajemen risiko. Hari ini kita akan membahas 2 aspek kunci dari manajemen risiko, di antaranya:

Point 1Kerugian harus lebih kecil dari profit dengan perbandingan rasio 1:2
Pada beberapa waktu yang lalu, penelitian mengenai sifat dasar manusia dalam melakukan transaksi mata uang belum populer digalakkan. Kini setelah penelitian semacam ini sering dilakukan, kita akan tahu penyebab trader mengalami rugi akibat trade Forex. 

Satu dari banyak trader kehilangan uang karena mereka tidak mengerti dan tidak mematuhi praktek manajemen uang (money manajemen) dengan baik.


Money mangement pada dasarnya adalah menentukan risiko sebelum seorang trader melakukan sebuah transaksi trading. Tanpa ada management modal, trader akan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Untuk mengantisipasi hal itu, kita memerlukan  manajemen risiko.  

Rasio manajemen risiko yang umum digunakan oleh trader adalah 1 : 2. Dengan pengelolaan risiko kita tidak perlu khawatir kehilangan uang lebih banyak, atau bekerja lebih keras untuk mendapat keuntungan lebih besar. Yang perlu kita lakukan hanya menempatkan manajemen risiko dan profit sebesar 50% akan dengan mudah didapatkan, jika dibandingkan kita hanya menggunakan trading reguler.


Point 2: Risiko kehilangan modal harus kurang dari 5% dari balance

Sebagai trader tentu kita menginginkan hasil yang konsisten. Oleh sebab itu, penggunaan manajemen risiko dengan rasio 1:2 belum cukup. Kita juga harus menempatkan risiko pada balance. Apa yang dimaksudkan artikel ini adalah berapa banyak modal yang kita relakan jika nanti terjadi kerugian. Di sinilah kita akan mengetahui betapa pentingnya batasan risiko pada akun kita, supaya tidak banyak modal yang melayang.

Sering kali trader menetapkan take profit (TP) mereka hanya pada 20 poin. Yang menjadi pertanyaan adalah, berapa stop loss (SL) yang akan diberikan jika seorang trader menetapkan TP hanya 20 poin? Apakah mungkin diberikan SL sebesar 10 poin? Di bawah ini akan diberikan perbandingan antara SL 10 poin dengan SL 50 poin. Berikut hasilnya:


Batasi kerugian kita setidaknya 5% dari saldo akun ketika bertransaksi. Sehingga seandainya transaksi mengalami kerugian, maka kita masih punya cadangan berupa 95% balance yang dapat digunakan untuk trade esok hari. 

Berikut rumus untuk menghitung risiko pada trading:
Biaya per pip x modal yang direlakan= manajemen balance

Contoh:

Jika trade di pair AUD/JPY dengan 1 volume saat ini sebesar $1,25 posisi per 10k, dengan mengambil 50 pips dari risiko, maka risiko yang ditanggung adalah $62,50. Jadi kerugian yang bisa ditolerir: $ 1,25x50 pips= $ 62,50 

Sumber: Dailyfx.com


Informasi Lainnya

0 komentar

NEWSLETTER SeputarTradingForex

Dapatkan Update Informasi Terbaru Langsung ke Email Anda Sekarang.